Sunday, November 30, 2014

Langkah-langkah Perijinan Perumahan untuk Developer Property

Berikut adalah langkah-langkah dari awal pengurusan perizinan (IMB) bagi Developer Property yang akan membangun perumahan.
1.    Memastikan tanah yang akan dikelola sebagai perumahan berada pada jalur yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kota ( RTRK) agar tidak kesulitan untuk ijin pemanfaatan tanahnya.

2.    Melakukan pengecekan RTRK, apakah daerah tersebut nantinya diperuntukkan untuk apa, untuk
pemukiman, industri atau memang jalur hijau.

3.    Apabila ternyata daerah tersebut direncanakan sebagai pemukiman maka kita bisa lanjutkan untuk rencana mengembangkan perumahan.

4.    Lanjut ke langkah berikutnya, adalah mengurus perijinan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

5.    Pengurusan ijin untuk Advice Planning, yaitu ijin kesesuaian antara Site Plan pengembangan perumahan dan tata ruang di daerah tersebut.

6.    Mesiapkan dan melampirkan syarat wajib antara lain:
a.    proposal ijin pemanfaatan ruang, yang berisi segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan lokasi tersebut,
b.    juga dilampiri sertifikat tanah, apabila tanah itu masih atas nama orang lain dilampiri surat kuasa bermeterai cukup untuk mengurus perijinan tersebut.
c.    Gambar perencanaan lahan (Site Plan) sudah pasti harus ada.

7.    Memastikan keluar produk dari ijin ini adalah Gambar Rekomendasi Advice Planning yang berisi garis besar aturan untuk pembangunan.
Misal: garis pagar harus berapa meter dari jalan, garis muka bangunan harus berapa meter dari jalan dan masih banyak yang lainnya.

8.    Produk perijinan lainnya yang dihasilkan dari langkah ini adalah Ijin Prinsip atau Surat Keputusan yang disetujui oleh kepala daerah Bupati atau Walikota. Biasanya lebih dari 5 rumah sudah dianggap sebagai sebuah perumahan.

9.     Pengecekan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Negara (BPN).
Pertama kita cek sertifikat apakah sudah sesuai dengan fisiknya, minta pada petugas untuk cek ulang patok pembatasnya apakah sudah sesuai dengan luasan yang ada pada sertifikat.
Setelah itu sesuaikan sertifikat dengan syarat dan kebutuhan yang akan digunakan untuk pengembangan perumahan, misal apakah tanah itu harus digabung sertifikatnya karena sebelumnya terdiri dari sejumlah sertifikat hak milik.

10.    Pastikan status yang dipersyaratkan untuk lahan tersebut, harus Hak Guna Bangunan (HGB).
a.    Tanah tersebut atas nama PT (perusahaan) atau mungkin boleh langsung dipecah kavling atas nama Pribadi.
b.    Seandainya memang diperbolehkan dipecah kavling atas nama Pribadi, hal tersebut sangat memudahkan pengurusan dan menghemat anggaran untuk retribusi pajak dan perijinan.
c.    Kalaupun memang harus berstatus HGB langkah awalnya adalah penurunan status dari SHM ke HGB tetapi masih atas nama Pribadi, kemudian dari HGB atas nama Pribadi diubah menjadi HGB atas nama PT/ Perusahaan.

11.    Tanyakan pada BPN setempat untuk detail tiap proses perijinannya sampai proses selesai.

12.    Masih di kantor BPN, mencari Ijin Perubahan Penggunaan Tanah. Ini sebagai syarat nanti kita melangkah untuk pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

13.    Mengurus  ijin AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan) atau  ijin UKL/UPL ( upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemanfaatan lingkungan hidup ) ke kantor KLH (Kementrian Lingkungna Hidup). Proses ini awalnya kita diharuskan cek kadar air tanah pada lokasi. Setelah itu kita membuat proposal tentang plus minus dan dampak yang akan terjadi pada proyek yang akan kita kembangkan.

14.    Produk perijinan ini adalah surat rekomendasi dari kantor KLH yang nantinya dilampirkan juga sebagai pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

15.    Mengurus IMB  ke kantor Perijinan Terpadu atau kantor Perijinan Satu. Bersamaan dengan pengajuan IMB, kita mengurus pengesahan Siteplan Perumahan (zoning).

16.    Setelah itu langkah terakhirnya adalah IMB. Syarat pengajuan IMB ini adalah akumulasi dari perijinan-perijinan yang telah dikerjakan sebelumnya,ditambah dengan  :
a.    Gambar kerja Rumah yang akan dibangun.
b.    Surat pernyataan Tetangga yang disyahkan tetangga kanan kiri depan belakang, RT/RW, Kelurahan, Kecamatan.
c.    Surat Pernyataan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan segala yang ditimbulkan.
d.    Copy Status Tanah.
e.    Copy KTP penanggung jawab.
f.    Copy lunas PBB.

17.    Kalau semua syarat sudah dilampirkan kita tinggal menunggu hasilnya keluar dan membayar retribusi yang nilainya sesuai dengan luas tanah dan bangunannya.

Wednesday, November 5, 2014

Paket Contoh SOP Toko Retail Modern 2018 Updated

Contoh SOP Toko Retail
Toko retail bersistem (ber-SOP) atau Minimarket selalu lebih unggul di bandingkan toko konvensional. Siapapun yang memiliki usaha pasti ingin selalu memenangkan persaingan. Jadi, pertanyaannya: Apakah bersaing itu sulit?

Lihat saja kehadiran minimarket atau supermarket yang dalam sekejap mata dapat bisa menarik para konsumen untuk berbelanja dan membuat mereka lupa terhadap toko kelontong langganannya. Apa Rahasia Mereka????!

Update SOP Toko Retail / Minimarket Modern bisa dilihat di SOP Toko Retail.

Rahasianya adalah pada Keunggulan SOP mereka. Anda bisa bersaing dengan mereka apabila mempunyai SOP nya. Tunggu Apa lagi!!!

Kami menyediakan untuk Anda paket contoh SOP Toko Retail, paket Premium dengan investasi yang sangat kecil dibanding jika Anda membuat sendiri atau memakai jasa Konsultan bernilai puluhan sampai ratusan juta.

Paket SOP Toko Retail Modern berisi antara lain:
1. Profile Perusahaan
2.Struktur Organisasi
3.Job Description
4.Uraian Alur Kerja (SOP) :
-SOP  Buka Toko
-SOP Terima Barang
-SOP Imput Stok Barang
-SOP Stok Opname
-SOP Kebersihan Toko
-SOP Layanan Customer
-SOP Kasir/Penjualan
- SOP Laporan Penjualan
-SOP Tutup Toko
5.Flow chart masing-masing SOP
6.Standard Penataan Barang dan Peralatan Toko
7.Standard Desain Gedung dan Warna Cat Toko
8.Standard Pemilihan Lokasi
9.Standard Logo dan Papan Nama
10.Standard Peralatan dan Peralatan Toko
11.Standard Seragam Crew Toko

Jumlah 20 halaman + Bonus Job Description SDM Toko lengkap.
Ebook/File dalam bentuk Dokumen Word dan PDF sebagai arsip. Langsung bisa diaplikasikan, tinggal copy paste dan diedit sesuaikan dengan Toko Anda.
http://www.contohsop.com/2015/03/paket-contoh-sop-untuk-toko-retail.html


SOP HOUSE KEEPING

SOP ini akan membantu mempermudah tugas Anda, sebagai pimpinan dalam mengelola perusahaan Anda Khususnya dalam pengelolaan House Keeping. DA...

Search This Blog

Labels