Tuesday, February 25, 2020

HPP SERING DIABAIKAN OLEH PEBISNIS PEMULA


HPP SERING DIABAIKAN OLEH PEBISNIS PEMULA
HPP SERING DIABAIKAN OLEH PEBISNIS PEMULA Produk UMKM mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional karena mempunyai keunggulan fleksibilitas yang tinggi dalam penetrasi pasar yang oleh usaha besar dianggap tidak efisien.
Namun ada kelemahan kerap terjadi yaitu keteledoran dalam hal menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Dimana sering terjadi kurang akuratnya dalam menghitung Harga Pokok Produksi yaitu pada komponen BIAYA OVERHEAD yang sering terabaikan. Di sinilah titik rawan yang bisa menyebabkan usaha UMKM gulung tikar.
Sebelum dilanjutkan, alangkah baiknya Anda baca tulisan saya yang berjudul “Bahaya Laba Yang Tidak Direncanakan”.
Komponen biaya pokok produksi ada 3, yaitu:
  1. Bahan baku
  2. Tenaga kerja langsung
  3. Overhead
Biaya overhead atau biaya produksi tidak langsung adalah biaya diluar bahan dan tenaga kerja langsung. Semua biaya selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang berhubungan dengan produksi adalah biaya overhead pabrik.
Istilah ini sesuai dengan sifat biaya overhead yang kadang sulit untuk ditelusuri secara langsung kepada produk atau aktivitas-aktivitas pekerjaan. Sehingga membutuhkan suatu proses alokasi yang adil untuk tujuan perhitungan harga pokok produksi.

Yang termasuk biaya overhead pabrik adalah:

1. Biaya bahan penolong.
Yaitu biaya bahan yang digunakan untuk membantu penyelesaian suatu produk yang jumlahnya relative kecil. Misalnya lem dalam perusahaan percetakan, pernis dan paku dalam perusahaan mebel.
2. Biaya tenaga kerja tak langsung.
Yaitu upah yang tidak berhubungan dengan proses pembuatan produk secara langsung. Seperti gaji manager produksi, gaji pegawai administrasi pabrik.
3 Biaya penyusutan aktiva tetap pabrik.
Yaitu biaya penyusutan atas aktiva tetap yang dipergunakan untuk penyelesaian produk, misalnya biaya penyusutan gedung pabrik, mesin-mesin, kendaraan pabrik.
4. Biaya sewa tempat produksi/pabrik, biaya asuransi pabrik
5. Dan biaya overhead lainnya.
Sebagai contoh, jika Anda menyewa gedung untuk produksi tahu. Maka harus pastikan bahwa Harga Pokok Produksi setiap butir tahu yang Anda produksi sudah ditambahkan biaya sewa gedung pabrik per unitnya.
Inilah yang disebut Fixed Cost atau biaya tetap. Jika biaya overhead ini tidak Anda tambahkan jelas akan mempengaruhi harga pokok penjualan karena HPPnya lebih rendah. Akibatnya keuntungan Anda akan berkurang bahkan bisa terjadi kerugian.
Contoh: menghitung biaya sewa per unit produksi.
Jika diketahui:
Sewa pabrik Rp. 15juta per tahun. Dan Kapasitas produksi Tahu per hari 1000 butir. Maka
Biaya sewa per bulan Rp.1.250.000, Biaya sewa per hari Rp. 42.000,- Jadi beban sewa per unit Tahu adalah Rp. 42
Ilustrasi dari perhitungan di atas bahwa setiap biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi baik secara langsung maupun tidak langsung harus ditambahkan pada harga pokok produksi.
Sudah paham bukan?
*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com/katalog

Salam Founder,
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

No comments:

Post a Comment

PERUSAHAAN DAN ADMINISTRASI PENGGAJIAN

Karyawan dan gaji adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan dalam perusahaan apapun. Maka dari itu suatu perusahaan yang memilliki karyaw...

Search This Blog

Labels