Friday, June 12, 2020

6 ELEMEN NERACA UNTUK TINGKATKAN EFISIENSI BISNIS


Cara Analisis 6 Elemen Neraca untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis
Neraca adalah gambaran posisi keuangan dari bisnis yang kita jalankan. Ada 3 elemen utama dalam neraca, yaitu : Aset, Utang dan Modal.

Ketiga elemen tersebut tidak harus ada.
Jika salah satu elemen utama dalam neraca itu tidak ada dalam bisnis kita, maka dia juga boleh tidak tampil dalam laporan neraca bisnis kita.

Penyajian laporan neraca disandingkan antara periode sekarang dengan periode sebelumnya.

Tujuannya adalah untuk melihat perubahan-perubahan apa yang terjadi dari tiap elemen di neraca.

Ada 6 hal penting yang perlu dicermati bagi seorang pebisnis ketika membaca dan menganalisis jenis laporan keuangan neraca, yaitu:

1. KAS/Cash
Pertama kali yang harus diperhatikan adalah elemen kas. Anda harus memastikan saldo kas  mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya.

Bila saldo kas anda menurun dibanding periode sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan operasional bisnis anda tidak efisien sehingga menyebabkan biaya operasioal menjadi besar.

Kemungkinan lainnya adalah perusahaan melakukan pembelian aset tetap baru atau jumlah persediaan besar.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com/katalog

2. Piutang
Rasio piutang harus lebih kecil dibandingkan total penjualan.
Bila terjadi peningkatan piutang maka rasionya harus semakin menurun terhadap total penjualan.

Semakin sedikit transaksi piutang maka akan semakin likuid keuangan bisnis anda.

Sebab jumlah dana tunai yang akan digunakan untuk bisnis semakin berlimpah. Sebaliknya jika rasio penjualan kredit tinggi, maka persediaan dana tunai sedikit sehingga anda harus bisa memastikan efektifitas bisnis terjaga dengan baik.

Perhatikan rasio  Receivable Day / Turnover Piutang, yaitu waktu yang dibutuhkan piutang untuk kembali menjadi kas.

Jika rasio rasio  Receivable Day / Turnover Piutang semakin kecil maka hal itu menunjukan waktu untuk merubah piutang menjadi kas semakin pendek, sehingga akan menambah pemasukan kas lebih cepat.

3. Persediaan
Lakukan pemantauan terhadap persediaan. Berapa persediaan yang layak?

Sehingga tidak akan terjadi peningkatan yang berlebihan atau kekurangan pada persediaan.

Sebab seringkali kita terlalu percaya diri dalam berbisnis dengan asumsi-asumsi tertentu untuk menginvestasikan dana kita di persediaan.

Seringkali kebijakan itu malah menjadi beban bagi kas perusahaan.

Sebab turnover dari persediaan akan semakin lama, ini berarti dana perusahaan akan tertahan dan mengganggu penyediaan dana untuk operasional usaha.

4. Aset Tetap
Pertambahan aset tetap sebaiknya karena kebutuhan bisnis. Sehingga bila aset tetap bertambah, maka pastikan karena produktifitas bisnis naik.

Beberapa tanda naiknya produktifitas bisnis antara lain dengan meningkatnya nilai kas pada laporan neraca,.

Bukan karena meningkatnya nilai piutang, persediaan turnover-nya semakin cepat, atau  karena adanya tambahan pembelian aset baru.

Peningkatan aset juga bisa disebabkan karena adanya pengakuan atas : Biaya dibayar dimuka yang merupakan bagian kelompok current Asset/Aset Lancar di Laba rugi.

Biaya sewa kantor sudah dibayarkan terlebih dahulu, namun nilai sewa tersebut tidak bisa langsung diakui sebagai komponen biaya, karena perusahaan belum merasakan manfaat dari obyek yang disewa.

Sehingga perusahaan akan menganggap pengeluaran kas yang  dilakukan adalah bagian dari aset yang belum dimanfaatkan.

5. Utang
Untuk menilai komponen utang ini, anda harus memastikan bahwa utang lancar lebih kecil dibandingkan dengan aset lancar.

Rasio ini menunjukan tingkat solvabilitas dari bisnis anda semakin baik, karena perusahaan akan mampu membayar kewajiban lancar dengan aset lancar yang dimiliki.

Perhatikan juga tingkat turnover utang anda semakin naik setia periode. Hal ini mengindikasikan waktu pembayaran atas utang ke supplier semakin lama, sehingga waktu pengelolaan kas perusahaan untuk pengeluaran akan lebih terjaga.

Jadi elemen-elemen Neraca yang bisa menunjukkan efektifitas pengelolaan bisnis dalam menghasilkan kas antara lain Inventory Days, Receivable Days, dan Payable Days.

6. Modal
Total modal adalah hasil kalkulasi dari modal disetor, laba ditahan dan laba tahun berjalan.

Sebuah bisnis yang berjalan secara baik maka nilai modal cenderung semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Bagaimana bila terjadi penurunan nilai modal?

Jika terjadi penurunan nilai modal maka pastikan hal itu bukan karena kerugian yang terjadi karena kinerja bisnis yang tidak baik.

Bila tidak seperti itu maka mengindikasikan bisnis yang dijalankan tidak efisien.


Semoga Bermanfaat
Salam Founder,
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

No comments:

Post a Comment

PAKET SOP PERUSAHAAN JASA KONTRUKSI / KONTRAKTOR

Banyak orang mengganggap Mengelola menajemen Perusahaan Kontraktor itu lebih Ribet dibadingkan dengan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang ...

Search This Blog

Labels