Thursday, June 18, 2020

TIPS KELOLA UTANG PIUTANG DI TENGAH ANCAMAN RESESI

Tips mengelola utang piutang di tengah ancaman resesi. Awal April 2020 lalu, lembaga Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan ekonomi dunia akan mengalami resesi akibat pandemi Virus Corona sepanjang tahun ini. Bahkan kondisi kali ini digambarkan lebih buruk dibandingkan depresi besar atau dikenal dengan istilah The Great Depression yang pernah melanda dunia tahun 1930 silam.

Resesi merupakan penurunan kegiatan ekonomi secara signifikan yang berlangsung dalam beberapa bulan, umumnya lebih dari tiga bulan. Beberapa indikator yang biasa digunakan untuk mengukur kondisi resesi antara lain, terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), merosotnya pendapatan riil, jumlah pengangguran meningkat karena lapangan kerja berkurang, penjualan ritel melorot, hingga terpuruknya industri manufaktur. Umumnya, dibutuhkan jeda waktu cukup panjang untuk pulih dari fase resesi. 

Bagi pelaku usaha, diperlukan strategi yang tepat untuk mengelola bisnis agar tidak terkena dampak resesi. Konsultan Keuangan sekaligus Founder Beta Consulting Jibrilia Alamsyah mengungkapkan, salah satu hal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha ialah mengelola keuangan, khususnya terkait utang dan piutang perusahaan. 

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com/katalog

Berikut tips mengelola utang dan piutang di tengah ancaman resesi :

A. Tips Kelola Utang

1 Prioritaskan Utang Berbiaya Tinggi
Ungkapan “Cash is the king” sepertinya bermakna besar dan layak dipakai saat situasi sulit seperti sekarang ini. Pada masa krisis, menjaga likuiditas kas atau uang tunai merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan bisnis. Kendati demikian, Anda juga tak bisa mengabaikan kewajiban untuk membayar utang perusahaan. 

Di situasi krisis, Anda kemungkinan sulit untuk membayar utang sesuai kewajiban. Maka itu, Anda perlu mengukur ulang utang yang perlu dibayar terlebih dahulu, kemudian prioritaskan membayar utang yang memiliki jumlah cicilan atau beban bunga utang paling tinggi. Perhatian jumlah minimum cicilan, jika tak ada penalti atau beban bunga, maka sebaiknya bayarkan senilai minimum cicilan terlebih dahulu, dan dana yang tersisa bisa dibayarkan untuk kewajiban lain. 

Jika harus bayar cicilan aset operasional, prioritaskan membayar cicilan aset yang berpengaruh langsung pada aktivitas operasional, misalnya sewa mobil, cicilan mesin produksi, membayar sewa software akuntansi online, membayar jasa konsultan keuangan, dan lainnya. Sebaliknya, tunda membayar dana untuk pengembangan aset yang tidak berdampak langsung pada aktivitas operasional, misalnya merenovasi gedung, memodifikasi mobil, dan lainnya.

2 Negosiasi dengan Kreditur 
Tips mengelola utang di situasi krisis berikutnya ialah berusaha proaktif bernegosiasi dengan bank atau pihak pemberi pinjaman lain untuk meminta keringanan pembayaran utang. Anda juga perlu memperhatikan berbagai kebijakan insentif keuangan yang diterbitkan oleh pemerintah dan lembaga pemberi pinjaman. Dengan begitu, Anda bisa meminta kompensasi saat krisis berdasarkan aturan yang ada.

3 Restrukturisasi Utang
Jika berdasarkan laporan neraca keuangan, perusahaan tak sanggup membayar utang secara penuh, maka Anda disarankan mengajukan restrukturisasi utang, baik ke bank, lembaga keuangan lain maupun investor ritel. Restrukturisasi utang bisa berupa perubahan jumlah pokok atau biaya bunga utang, dan perpanjangan tenor atau jangka waktu berutang. Akan sangat bagus kalau kreditur memberi grass period. Grass period adalah masa tenggang setelah jatuh tempo pembayaran utang tanpa penghitungan denda bagi debitur.

Proses Pembuatan Invoice Bisnis Lebih Mudah Secara Online

B. Tips Kelola Piutang 

1 Siapkan Daftar Penagihan Tepat Waktu
Berdasarkan informasi dari laporan neraca, Anda harus mengumpulkan seluruh data piutang secara akurat. Data yang dimaksud antara lain, jumlah dana yang belum cair, subjek piutang, dan rentang waktu piutang. Dari data tersebut, Anda bisa menyiapkan daftar penagihan piutang secara tepat waktu. 

Langkah awal dimulai dengan melakukan penagihan pembayaran beberapa saat sebelum waktu jatuh tempo. Kemudian mengingatkan kembali pada saat waktu jatuh tempo, dan memberi peringatan ketika pihak yang berutang tak membayar sesuai waktu yang disepakati. 

2 Negosiasi dengan Debitur
Dalam prosesnya, Anda harus proaktif berkomunikasi dengan pihak konsumen untuk menegosiasikan solusi yang tepat dalam membayar piutang, terutama ketika mereka tidak mampu membayar tunggakan. Rencanakan cara pembayaran sebaga jalan tengah, misalnya  mencicil separuh dari kewajiban, mencicil dalam jangka waktu lebih panjang, atau membayar tanpa bunga, bahkan melakukan barter. 


Semoga Bermanfaat

Salam Founder,
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

No comments:

Post a Comment

TIPS MENDAPATKAN KARYAWAN YANG TEPAT

Anda tentu tahu, bahwa sebuah rekrutmen merupakan serangkaian proses untuk mencari dari sekelompok pelamar kerja guna mengisi posisi yang te...

Search This Blog

Labels