Friday, July 31, 2020

KOMPONEN UTAMA PERTIMBANGAN GAJI KARYAWAN

Gaji karyawan merupakan hak dari setiap karyawan yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Berbagai variabel yang masuk dalam perhitungan biasanya adalah gaji pokok, tunjangan, iuran, pajak dan sebagainya. Setiap variabel harus dihitung dengan cermat agar setiap karyawan mendapat hak sesuai dengan tanggung jawab yang ia jalankan.

Komponen yang memengaruhi perhitungan gaji yang disampaikan ini kemudian diatur dalam peraturan baku yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan. Pada Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Menteri Keuangan Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2017, disebutkan bahwa Struktur dan Skala Upah Wajib disusun oleh Pengusaha dengan memerhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi.

Jelas sudah bahawa komponen yang disampaikan dalam regulasi tersebut yang kemudian jadi pertimbangan besar. Meski diluar komponen tersebut juga masih ada hal lain seperti misalnya UMR dan persetujuan pada kontrak kerja, namun kali ini bahasan akan difokuskan pada komponen yang disampaikan pada regulasi tersebut sebagai dasar pertimbangannya.

1. Golongan
Diartikan sebagai pengelompokan jabatan atau posisi berdasarkan nilai serta beban kerja jabatan tertentu. Misalnya saja, golongan manajer akan terdiri dari manajer keuangan, manajer SDM, manajer humas, dan lain sebagainya. Hal ini ditetapkan berdasarkan tingkatan posisi yang ada, dan menjadi penentu besarnya gaji pokok dan tunjangan yang mungkin diterima.

Tentunya, golongan yang berbeda akan turut membedakan besaran gaji total yang diterima oleh karyawan. 

2. Jabatan
Setiap elemen manusia yang ada di dalam perusahaan memiliki tanggung jawab dan pekerjaan masing-masing sesuai dengan peran dan posisinya. Jabatan sendiri secara definitif bisa diartikan sebagai sekelompok tugas dan perkerjaan yang harus diselesaikan dan menempel pada posisi tertentu dalam organisasi atau perusahaan.

Gaji karyawan akan menyesuaikan dengan tinggi rendahnya jabatan yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Misal jabatannya sebagai staf HR, tentu gajinya akan berbeda dengan manajer HR. Hal ini dikarenakan beban kerja dan kapasitas yang diperlukan berbeda. Manajer HR akan mendapat gaji yang lebih besar, karena bertanggung jawab atas kinerja seluruh staff HR yang dimilikinya.

3. Masa Kerja
Setiap tahun, gaji yang diterima oleh karyawan idealnya akan mengalami peningkatan. Baik karena meningkatnya UMR setempat, atau karena kebijakan dan kontrak yang disetujui bersama. Pada posisi dan jabatan yang sama, bisa saja gaji yang diterima berbeda karena perbedaan total masa kerja yang dimiliki karyawan tersebut.

Dengan masa kerja lebih lama, karyawan memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan dengan karyawan dengan masa kerja yang baru sebentar. Dengan catatan perbandingan dilakukan pada posisi dan jabatan yang sama, dalam satu perusahaan. 

4. Tingkat Pendidikan
Lowongan kerja yang tersedia wajarnya akan menyertakan tingkat pendidikan yang diharapkan. Hal ini berguna untuk memberi batasan pada pengetahuan minimal yang diketahui oleh karyawan yang diharapkan perusahaan. Pada kebanyakan kasus, pekerjaan dengan syarat pendidikan yang tinggi akan menawarkan gaji yang lebih besar.

5. Kompetensi
Diartikan sebagai kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang diperlukan satu jabatan atau posisi. Ketika kompetensi karyawan yang berada pada posisi tertentu tepat, maka kemudian kinerjanya dapat maksimal. Semakin tinggi jabatan yang ada, semakin besar kompetensi yang diperlukan dan semakin besar pula gaji yang ditawarkan.

Dalam hal ini perusahaan juga harus cermat memperhatikan apa yang dapat dilakukan oleh karyawan. Penempatan karyawan pada posisi yang tepat akan memberikan manfaat maksimal bagi kedua pihak. Gaji besar yang diberikan untuk jabatan tertentu jadi imbang dengan output dari karyawan tersebut.

Lima komponen diatas merupakan komponen yang tercantum dalam regulasi yang sebelumnya disebutkan. Komponen tersebut menjadi acuan dasar, sehingga masih bisa dipengaruhi oleh komponen lain yang diperlukan perusahaan.

Perhitungan gaji karyawan, untuk setiap orang, setiap posisi dan jabatan, harus dilakukan dengan cermat. Kesalahan penggajian hanya memberikan citra negatif untuk perusahaan.

Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com/katalog

Semoga bermanfaat,..
Salam Founder,
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

No comments:

Post a Comment

PAKET SOP PERUSAHAAN JASA KONTRUKSI / KONTRAKTOR

Banyak orang mengganggap Mengelola menajemen Perusahaan Kontraktor itu lebih Ribet dibadingkan dengan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang ...

Search This Blog

Labels