Wednesday, December 16, 2020

4 POTENSI DIRI YANG HARUS DIKEMBANGKAN

Setiap orang dilahirkan dalam sebaik-baiknya keadaan. Elemen-elemen potensi diri yang diperlukan untuk hidup dan menjalani kehidupan sudah tersedia dalam dirinya.

Pertanyaannya, apakah macam-macam potensi diri sendiri itu sudah digunakan secara optimal?

Bila kita belum mengenali dan menggali potensi diri serta mengembangkannya secara optimal, yuk kenali dan gali jenis-jenis potensi diri tersebut.


Berikut ini ada 4 (empat) macam potensi diri yang harus dikembangkan dalam meraih kesuksesan karir, bisnis dan lainnya, yaitu :

1. Rasa Humor

Tertawa merupakan kekuatan potensial dan konstruktif untuk menghilangkan ketegangan karir profesional dan bisnis.

Oleh karena itu jadilah orang yang dapat mengendalikannya.

Jika anda dapat menunjukkan hal-hal yang lucu atau ganjil mengenai situasi atau konfrontasi. Maka hal itu dapat menghilangkan ketegangan dengan membuat pihak lain ikut berbagi perasaan dengan anda.

Bila demikian, anda sendiri yang akan mengendalikan situasi!

Dalam bisnis yang sudah mapan, maupun bisnis startup, sedikit sekali hal-hal yang bersifat mutlak.

Presiden ke-4 negeri tercinta ini Bapak Abdurrahman Wahid atau disapa dengan Gus Dur.

Beliau sering mengeluarkan joke-joke cerdas yang menggelitik, seperti anggota DPR yang mirip taman kanak-kanak dan lainnya. Perasaan humor menciptakan kesan jangka panjang yang menguntungkan.

Suatu komentar lucu yang dilontarkan dengan rendah hati.

Akan memberi tahu seseorang bahwa anda tidak terlalu serius menanggapi diri sendiri dan hal ini termasuk hal yang diingat orang.

2. Menjadi Diri Sendiri

Setiap orang memiliki prinsip-prinsip tertentu sebagai dasar kehidupan. Namun sebaiknya tidak menjadikan alasan menjadi diri sendiri untuk menutupi kekurangan.

Ungkapan “dirimu adalah musuhmu yang terbesar” sebenarnya kurang tepat.

Terutama untuk orang-orang yang tidak mengetahui perbedaan mendasar antara kejujuran dan kebijaksanaan.

Demikian juga dengan sebuah ungkapan bahwa kejujuran tidak selalu merupakan kebijaksanaan terbaik.

Ungkapan itu seolah-olah memberi kesan bahwa adakalanya kita boleh berbohong. Padahal tidak demikian kan?

Menjadi diri sendiri berarti memagang prinsip-prinspip kebenaran dan tidak mudah terombang-ambing dengan situasi dan kondisi.

3. Mengendalikan Emosi

Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan emosi adalah memaksa diri kita untuk beraksi dan bukan bereaksi terhadap situasi.

Banyak orang yang membiarkan emosi yang terkait dengan suatu aktivitas mengimas pada aktivitas lain.

Saat anda kecewa karena gagal interview kerja, sangat sukar untuk tidak menyampaikan perasaan kecewa kepada orang lain. Oleh karena itu cara lain untuk mengendalikan emosi adalah  pengkotakan.

Pada dasarnya, pengkotakan sebagian besar merupakan proses sadar menetapkan jarak emosi antara kita sendiri dengan situasi.

Pengkotakan (compartmentalizing) adalah menempatkan emosi dalam situasi tertentu yang terkurung dalam batas-batas situasi tersebut.

4. Anda Tidak Perlu Sempurna

Ada sebuah ungkapan bagus berkaitan dengan modal 4 ini, bahwa “setiap orang pernah membuat kekeliruan.

Kekeliruan itu akan menjadi kesalahan hanya bila dilakukan BERULANG-ULANG.

Anda tidak harus menjadi sempurna, tapi anda harus belajar dari ketidaksempurnaan Anda. Kalau kita harus menunggu keadaaan menjadi sempurna dan baik semua, lalu kapan kita akan mulai?

Persiapan dan rencana yang matang memang perlu dilakukan. Namun jangan menjadi penghambat untuk memulai.

Semoga bermanfaat, terima kasih.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com/katalog

Salam Founder,
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
Master G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

No comments:

Post a Comment

UKM TIDAK BUTUH SISTEM, FOKUS JUALAN SAJA

Doktrin yang sering dipopulerkan di kalangan UMKM adalah “Fokus jualan, tidak perlu membangun Sistem”. Doktrin ini tidak salah, tapi tidak s...

Search This Blog

Labels